Musik

Kamis, 28 Juni 2012

Musik Era Abad 20 dan Kontemporer

Music Era Abad 20 dan Kontemporer

Musik era abad ke 20 dimulai pada tahun 1900 hingga tahun 2000. Sedangkan music
kontemporer dimulai pada tahun 1975 hingga sekarang. Dari tahun 1975 hingga 2000 adalah
masa dimana music era abad 20 dan kontemporer berjalan berdampingan. Musik abad 20
diawali oleh Claude Debussy yang mengusung gaya impresionis. Para composer benua
America memulai karirnya dibidang music dan berjaya seperti Charles Ives, John Alden
Carpenter, dan George Gershwin. Masih ada juga Arnold Schoenberg yang lulusan akademi
Vienna yang mengembangkan teknik 12 nada. Alat music yang digunakan pada era ini terus
digunakan hingga sekarang.

Banyak sekali jenis music yang berkembang pada abad 20. Contohnya adalah aliran
ekspresionisme dari Schoenberg, neoclassical dari Igor Stravinsky, aliran futurism dari Luigi
Russolo, Alexander Mossolov, Prokoliev, Antheil. Selain musik-musik tersebut, masih ada aliran
microtonal dari Julian Carillo, Alois Haba, Harry Partch, dan Ben Johnston. Lalu masih ada
aliran sosialis dari Prokofiev, Gliere, Kabalevsky, dan composer dari Russia lainnya.
Selanjutnya, Steve Reich dan Philip Glass mengusung music dengan harmony yang simple dan
ritme minimalis. Musik bersifat konkrit dari Pierre Schaeffer dan music intitusif seperti Karlheinz
Stochausen. Terakhir, ada music serialisme dari Pierre Boulez, music politik dari Luigi Nono,
dan music aleatoric dari john Cage.

Di sisi lain, music kontemporer mengagungkan kesederhanaan. Tokoh terkenal dari aliran
kesederhanaan ini adalah Wolfgang Rihm. Karya-karya dari Rihm sangat dihargai di Jerman.
Karya-karya dari composer lain yang cukup dihargai adalah symphony no. 3 yang berjudul
Symphony of Sorrowful songs dari Gorecki dan juga Cantus in memoriam Benjamin Britten dari
Part. Selain itu, masih ada karya berjudul The Veil of the Temple dari Tavener dan juga Silent
Songs dari Valentin Silvestrov.
Musik kontemporer bisa berasal dari segala tempat dan mempengaruhi gaya music lain.
Contohnya adalah gamelan dari Indonesia, instrument tradisional dari Cina, dan juga ragas dari
music klasik India. Jenis music seperti rock, jazz, dan juga pop sangatlah berkembang pesat.
Hal ini mencatatkan banyak pencipta music yang berkualitas.

Pada era music kontemporer, banyak sekali festival music yang diselenggarakan untuk
menghargai music. Sebut saja Ars Musica di Belgia, Bang on a Can marathon, Cabrillo Festival
of Contemporary Music, Darmstadter Ferienkurse, dan Donaueschingen Festival. Selain itu,
masih ada Gaudeamus Foundation music week di Amsterdam, Huddersfield Contemporary
Music Festival, Peninsula Arts Contemporary Music Festival, dan Warsaw Autumn di Polandia.
Masih banyak lagi festival film yang skalanya lebih kecil yang tidak bisa disebutkan.
Perkembangan music kontemporer sangatlah pesat dan masih tidak ada tanda-tanda akan
berakhir.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar